RSS

Payo Bekunjung ke Bumi Sriwijaya!


Liburan..
Kalau dengar kata liburan pasti kita membayangkan suatu hal yang menyenangkan dan terlepas dari beban pikiran.
Alasan umum orang berlibur biasanya untuk melepas kejenuhan dan menikmati waktu untuk menyenangkan diri sendiri. Pada dasarnya setiap orang itu butuh berlibur, memberi jeda bagi diri sendiri untuk mengistirahatkan fisik dan pikiran. Cara berlibur setiap orang tidaklah selalu sama, ada yang menikmati liburannya dengan seharian berdiam diri di villa untuk menikmati udara segar, ada yang lebih senang berdiam diri di pantai menatap birunya air laut dan mendengarkan suara laut  yang menenangkan, ada juga yang berlibur dengan cara memberi waktu pada hobi misalnya mengurus peliharaan di rumah dan satu lagi yang tak kalah menyenangkan yaitu Traveling. Traveling adalah salah satu pilihan untuk berlibur. Selain memberi hiburan, traveling juga memberi manfaat yang bisa langsung kita rasakan. Hasil penelitian mengatakan bahwa traveling atau jalan-jalan mampu Mengurangi stres .

Orang-orang yang tinggal di daerah perkotaan, pasti memiliki tingkat stres yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan orang-orang yang tinggal di desa. Jangan pernah anggap remeh stres yang Anda alami, karena bisa menimbulkan penyakit dan memiliki efek negatif dalam jangka panjang.

Ketika Anda merasakan stres, maka jangan langsung ke dokter! Anda hanya perlu melakukan traveling atau jalan-jalan.
Ingin liburan tapi tak tau harus kemana? Galau? Bete? Janganlah ya!
Karena tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan, dan kali ini saya akan menyarankan anda untuk berkujung ke Bumi Sriwijaya yaitu Sumatera Selatan. Provinsi yang terkenal dengan makanan khas yang disebut Pempek. Berikut adalah tempat-tempat yang menarik yang mungkin akan menjadi tambahan refrensi untuk kalian.


1.      Jembatan AMPERA
Jembatan Ampera merupakan jembatan kebanggaan masyarakat Palembang, Sumatera Selatan dan menjadi Trade Mark bagi kota Palembang. Jembatan yang indah dan kokoh ini berdiri tegak di sungai musi. Keberadaan jembatan tersebut sangat penting untuk menghubungkan daerah ulu dan ilir kota Palembang. jembatan ini memiliki panjang 1.177 meter dengan lebar 22 meter. Jembatan Ampera merupakan hadiah Bung Karno bagi masyarakat Palembang yang dananya diambil dari dana perampasan perang Jepang. Nama Ampera sendiri mempunyai arti yaitu amanat penderitaan rakyat. Awalnya, bagian tengah badan jembatan ini bisa diangkat ke atas agar tiang kapal yang lewat dibawahnya tidak tersangkut badan jembata, namun saat ini jembatan Ampera tidak lagi dinaikturunkan. Alasannya, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini, yaitu sekitar 30 menit, dianggap mengganggu arus lalu lintas antara Seberang Ulu dan Seberang Ilir, dua daerah Kota Palembang yang dipisahkan oleh Sungai Musi.
Alasan lain karena sudah tidak ada kapal besar yang bisa berlayar di Sungai Musi karena adanya pendangkalan.

2.      Pulau kemaro
Tempat wisata favorit di Palembang ialah Pulau Kemaro yang berada di tengah Sungai Musi. Pulau Kemaro begitu banyak dikunjungi karena terdapat kisah romantis di Pulau Kemarau. Layaknya kisah cinta Romeo Juliet namun kisah cinta ini merupakan cerita versi Indonesia, terdapat kisah cinta Tan Bu Ann (Keturunan Tionghoa) yang jatuh cinta kepada Putri Raja Siti Fatimah. Di samping Klenteng Kuan Im terdapa pohon cinta yang menambah daya tarik tempat wisata ini. Pulau kemarau kental dengan ornamen Tionghoa serta pagoda yang indah dengan jumlah 9 lantai. wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Kemaro tidak perlu membayar tiket masukwisatawan hanya perlu membayar biaya transportasi yang berupa perahu kecil. Perahu kecil untuk menuju Pulau Kemaro dapat ditemukan di sekitar jembatan Ampera.


3.      Danau Teluk Gelam
Danau Teluk Gelam menawarkan pesona alam yang menawan. Danau yang terletak di pinggir jalan lintas timur Sumatera sekitar 92 km di sebelah tenggara kota Palembang itu airnya cukup tenang. Meski sedikit dipenuhi rumput air, danaunya bisa digunakan untuk olah raga dayung dan jet ski. Di lokasi danau ini, pengunjung bisa berolahraga air, mandi, berenang, memancing, atau sekedar berkeliling. Angin yang berembus semilir menciptakan gelombang-gelombang kecil di permukaan air danau yang bening membuat suasana terasa tenang. Di tengah danau terdapat daratan yang ditumbuhi ribuan pohon Gelam (Melaleuka leucadendron) dengan daun-daunnya yang mungil berwarna hijau muda.




4.      Air Terjun Bedegung
Air terjun ini terletak di dekat Desa Bedegung, Kecamatan Tanjung Agung, sekitar 56 km di selatan Muara Enim. Sumber mata airnya di celah Bukit Barisan dan ke bawah membentuk sebuah sungai kecil yang deras. Curup Bedegung merupakan objek wisata alam handalan daerah ini.
Untuk memudahkan para pengunjung mendekati air terjun, tersedia jalan setapak sepanjang 600 meter yang dibangun di tepi sungai dan sebuah jembatan yang melintasi sungai kecil yang deras itu. Sedangkan di atas sungai tersedia lapangan parkir, warung-warung yang menyediakan makan dan minuman disini juga terdapat sebuah tempat pemandian alam dan tempat memancing, lengkap dengan fasilitasnya.
Air terjun alami ini merupakan tempat rekreasi yang memberikan kesejukan bagi pengunjung karena hembusan angin yang membawa butiran-butiran air. Suasana alam pegunungan di sekitarnya benar-benar mengesankan.


5.      Masjid Cheng Hoo
Tempat menarik lainnya yang bisa dinikmati di Palembang ialah Masjid Cheng Hoo Palembang. Sebuah Masjid ornamen Tionghoa. Lokasi Masjid Cheng Ho Palembang di Jakabaring Palembang Sumatera Selatan. Merupakan tempat beribadah dan tidak dipungut biaya namun harus tetap menjaga ketenangan umat islam yang beribadah. Masjid Cheng Hoo Palembang bisa menjadi wisata pilihan yang murah meriah di Palembang.

6.      Sumatera Selatan punya rumah khas yang disebut rumah limas. Jika Anda traveling ke Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel, mampirlah ke rumah limas dengan 100 tiang berusia 201 tahun.

Rumah limas antik ini ada di Desa Sugi Waras, Kecamatan Telukgelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir
Rumah 100 tiang yang berukuran 36 x 15 meter yang dibangun pada tahun 1811 dan berada di pinggir Sungai Komering ini memiliki arsitektur yang masih asli, yaitu percampuran Cina, Arab dan Melayu. kisahnya, rumah ini dibangun oleh Pangeran Rejed dari Suku Rambang. Saat itu dia merantau ke tepi Sungai Komering, dan ingin menikahi seorang gadis dari suku Kayuagung. Nah, sesuai adat suku Kayuagung, apabila ingin meminang seorang gadisnya, mempelai laki-laki harus menempatkan putri mereka pada rumah yang layak. Sementara perabotan rumah itu akan diisi oleh keluarga gadis.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar